1. FECES harian kurang : burung kekurangan asupan makanan,burung kurang
sehat
2. FECES berkapur : pencernaan burung tidak stabil,perlu tambahan banyak
vitamin
3. FACES berair dan bewarna hijau : burung dalam keadaan sakit
4. FACES berwarna putih : burung terlalu banyak minum dan kurang makan
5. FACES padat dan berwarna hijau : burung dalam keadaan normal
-untuk pertolongan pada burung yang sedang sakit
1. Memberikan kehangatan pada tubuh burung
Burung yang sakit diisolasi, dipisahkan
dari burung lain yang sehat. Burung itu dimasukkan ke dalam sebuah
sangkar yang telah diberi alas koran. Disediakan sedikit minum. Berikan
kehangatan pada tubuh si burung melalui lampu pijar berkapasitas 60
watt. Untuk mengurangi sinar dari lampu dapat diberikan penghalang
berupa kain atau kertas. Perlu diperhatikan agar bahan penghalang sinar
lampu ini tidak mudah terbakar, suhunya pun sebaiknya tidak melebihi 37°
C.
2. Memberikan pakan ekstra
Berikanlah pakan ekstra yang mempunyai
kandungan gizi tinggi, seperti kroto basah, madu, susu, daging, atau
hati tergantung pada jenis burungnya. Pakan ini diberikan dalam bentuk
bubur (jus). Jika burung menolak untuk makan sendiri maka harus
dipaksakan, dicekokkan langsung ke mulutnya dengan memakai alat spuit.
Hal ini sebaiknya dilakukan dengan hati hati agar tidak salah memasukkan
pakan ini ke saluran pernapasan.
3. Memberikan minuman
Burung yang sedang sakit akan jarang
minum. Padahal, pada saat sakit burung akan lebih banyak buang air
dengan kondisi feses yang lebih encer sehingga dapat menyebabkan
dehidrasi (hilangnya cairan tubuh). Keadaan seperti ini dapat diatasi
dengan cara memberikan pakan yang banyak mengandung air, misalnya buah
pepaya. Dengan cara ini maka bahaya dehidrasi dapat diperkecil.
4. Memberikan ketenangan
Burung yang sakit juga membutuhkan ketenangan lingkungan. Dengan lingkungan yang tenang maka bahaya stres dapat diperkecil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar